Admin 20 Agustus 2026 1x
Banyak yang mengira mobil listrik 100% bebas dari urusan "per-akian". Faktanya, ada satu komponen kecil yang tetap wajib dijaga — dan kalau diabaikan, mobil secanggih apa pun bisa mendadak tidak bisa dinyalakan.
Poin Penting: Semua mobil listrik BYD — mulai dari Atto 1, Atto 3, M6, Seal, hingga Sealion 7 — tetap menggunakan aki 12 volt sebagai sistem pendukung, terpisah dari baterai utama (high voltage battery).
Wajar kalau banyak orang bingung: mobil sudah pakai baterai raksasa berkapasitas puluhan kWh, kok masih ada "aki kecil" segala? Jawabannya sederhana — dua baterai ini punya tugas yang sama sekali berbeda.
Baterai utama (high voltage battery) tugasnya cuma satu: menggerakkan motor listrik supaya mobil bisa jalan. Sementara aki 12 volt bertugas menghidupkan sistem kelistrikan ringan — lampu, wiper, klakson, dashboard, sistem penguncian pintu, hingga komputer yang menginisiasi mobil saat pertama kali dinyalakan.
Tanpa aki 12 volt yang sehat, energi dari baterai utama tidak akan pernah tersalurkan ke motor penggerak lewat komponen DC-DC converter — meskipun indikator baterai utama menunjukkan 100% penuh. Artinya, mobil bisa "sehat" di baterai besar tapi tetap mogok total gara-gara komponen kecil ini soak.
BYD menggunakan dua jenis aki 12 volt tergantung modelnya:
Aki LFP pada Atto 1 punya keunggulan dibanding aki konvensional: lebih ringan, lebih tahan lama, dan siklus pengisian yang lebih stabil — jadi risiko drop mendadak relatif lebih kecil dibanding aki lead-acid biasa.
Kabar baiknya, pemilik mobil BYD tidak perlu repot cas aki 12V secara manual seperti mobil bensin lawas. Setiap kali mobil dinyalakan dalam kondisi "ready", baterai utama otomatis mengisi ulang aki 12V melalui sistem DC-DC converter. Cukup dengan membuat mobil ready dan menyalakan AC selama beberapa saat setiap 2–4 hari, State of Charge (SOC) aki 12V akan terisi kembali dengan sendirinya.
1. Lampu terlihat lebih redup dari biasanya
Baik itu lampu utama, lampu kabin, maupun lampu indikator di dashboard.
2. Muncul peringatan di dashboard
Ikon baterai dengan tanda seru (!) atau tulisan "12V Battery Low".
3. Notifikasi dari aplikasi BYD
Fitur monitoring di app resmi BYD memungkinkan pemilik memantau voltase dan suhu aki 12V secara real-time.
Justru sebaliknya. Dibandingkan mobil bensin yang butuh servis rutin ganti oli, filter udara, busi, hingga timing belt, urusan aki 12V di mobil listrik jauh lebih sederhana — cukup dipastikan mobil sesekali dinyalakan dan dipantau lewat aplikasi. Tidak ada jadwal servis berkala khusus untuk komponen ini selama pemakaian normal.
Yang penting dipahami: aki 12V bukan kelemahan mobil listrik, melainkan bagian dari sistem pendukung yang sama pentingnya seperti di mobil konvensional — hanya saja perawatannya jauh lebih ringan dan otomatis.
Masih Ragu Soal Perawatan Mobil Listrik BYD?
Konsultasi langsung, gratis, tanpa paksaan — stok terbatas, harga terbaik bulan ini.
Chat WhatsApp AWI: 082259452349BYD Haka Karebosi Makassar — Satu-satunya Dealer Resmi BYD & Denza di Sulawesi Selatan
Jl. Ahmad Yani No. 15, Makassar | www.bydhakamakassar.id
Denza B5 PHev