Admin 19 Januari 2026 1x
Mobil listrik (EV) semakin populer di Indonesia, termasuk di Makassar dan Sulawesi Selatan. Namun, satu pertanyaan yang paling sering muncul dari calon pembeli adalah:
“Kenapa jarak tempuh mobil listrik di brosur sering berbeda dengan pemakaian nyata?”
Jawabannya bukan karena klaim pabrikan menyesatkan, melainkan karena angka di brosur adalah hasil uji standar, sedangkan pemakaian sehari-hari dipengaruhi banyak faktor. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Metode Pengujian Resmi Bukan Kondisi Harian
Angka jarak tempuh mobil listrik di brosur berasal dari uji standar laboratorium, bukan dari kondisi jalan sehari-hari.
Standar yang umum digunakan:
NEDC → paling optimistis
WLTP → lebih realistis
CLTC → cenderung lebih tinggi
Realita jalan Indonesia dengan macet, tanjakan, dan jalan rusak sangat berbeda dari lintasan uji lab.
2. Gaya Mengemudi: Faktor Terbesar
Cara mengemudi memiliki pengaruh paling besar terhadap jarak tempuh EV.
Kebiasaan yang mempercepat konsumsi daya:
Dampaknya:
3. Penggunaan AC dan Fitur Elektrik
Mobil listrik menggunakan energi baterai untuk seluruh sistem.
Penyedot daya utama:
Penggunaan intensif dapat mengurangi jarak tempuh sekitar 5–15%.
4. Kondisi Jalan dan Medan
Kondisi lalu lintas di kota besar seperti Makassar memengaruhi efisiensi EV.
Faktor umum:
Dampak penurunan jarak tempuh: 5–10%.
5. Suhu Lingkungan
Cuaca panas ekstrem atau hujan deras membuat:
6. Tekanan Ban dan Ukuran Velg
Hal kecil yang sering diabaikan:
Kondisi ini meningkatkan rolling resistance dan dapat menurunkan jarak tempuh 5–10%.
Kesimpulan
Tetap lebih hemat dan efisien dibanding mobil bensin
Denza B5 PHev